Kipas angin merupakan salah satu produk elektronik yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Terlebih saat tiba musim kemarau, di mana udara terasa panas yang membuat tubuh lebih cepat berkeringat. Selain membantu kita saat sedang gerah, memakai kipas juga cenderung lebih hemat listrik ketimbang menggunakan AC. Komponensekunder kipas angin Berikut beberapa bagian komponen lain yang dimiliki kipas angin : - Kabel power, kabel ini biasanya terdiri dari tusuk kontak untu kesumber listrik dan kontra steker untuk ke terminal, agar aliran listrik bisa masuk. - Sakelar (switch) - Timer, alat setting yang digunakkan untuk mengatur waktu pemakaian. Jeniskomponen ini memiliki fungsi untuk menghisap dan menekan uap dari refrigerant dari bagian evaporator. Uap yang kompresor keluarkan selanjutnya akan terkompresi sehingga suhu dan tekanan menjadi lebih tinggi. Dengan fungsi yang penting tersebut, kompresor termasuk dalam komponen utama dari AC atau pendingin ruangan. Prinsipkerja kipas angin Motor listrik yang terdapat dalam kipas berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi tenaga penggerak yang nantinya akan dapat memutar baling-baling kipas. Salah satu komponen yang terdapat dalam motor listrik tersebut adalah sebuah kumparan besi berbentuk magnet U pipih yang jika dialiri listrik pada kumparan tersebut maka sifat magnetnya akan timbul dan saling tolak menolak pada daerah kutubnya. h9esc8q. foto Kipas angin adalah alat yang berguna untuk menyejukkan udara di sekitar kita. Kipas angin terdiri dari beberapa komponen utama yang memungkinkan alat tersebut berfungsi dengan baik. Selain menggunakan, Anda sebaiknya juga mengetahui setiap komonennya supaua tidak bingung ketika ingin memperbaiki kipas angina nantinya. Pada artikel ini akan dibahas berbagai komponen kipas angina dan fungsinya. Daftar Komponen Kipas Angin dan Fungsinya1. Motor Kipas Angin2. As Kipas Angin3. Blade Kipas Angin4. Kaki Kipas Angin5. Pole6. Tombol Kontrol Kipas Angin7. Grill Kipas Angin8. Housing Kipas AnginCara Merawat Komponen Kipas anginBersihkan blade Kipas Angin Secara TeraturBersihkan Bagian Dalam Kipas AnginGunakan Pelumas AlamiMatikan Kipas Angin Saat Tidak DigunakanGunakan Power StripTutup Kipas angin Saat Tidak DigunakanAkhir Kata foto Berikut ini adalah beberapa komponen utama dari alat elektronik kipas angin dan fungsinya yang perlu Anda keytahui 1. Motor Kipas Angin Motor kipas angin adalah komponen utama yang menyediakan tenaga kepada kipas angin. Motor ini terdiri dari beberapa bagian, seperti stator, rotor, dan kapasitor. Stator adalah bagian yang tidak bergerak dan terdiri dari lilitan-lilitan kawat yang terpasang di dalam tubuh motor. Baca Juga Cara Agar TV Jernih dengan Antena Dalam, Mudah Banget Bro! Rotor adalah bagian yang bergerak dan terdiri dari lilitan-lilitan kawat yang terpasang di dalam tubuh motor. Kapasitor adalah komponen yang menyimpan energi listrik dan memberikan tegangan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan motor. 2. As Kipas Angin As kipas angin merupakan salah satu bagian yang terhubung dengan motor kipas angin dan berfungsi sebagai penghubung antara motor dengan blade kipas angin. As ini terdiri dari beberapa bagian, seperti bearing, collar, dan set screw. Bearing adalah bagian yang berfungsi sebagai pelumas alami dan memungkinkan as berputar dengan lancar. Collar adalah bagian yang berfungsi sebagai penyangga as dan memungkinkan as berputar dengan lancar. Set screw adalah bagian yang digunakan untuk mengatur ketinggian kipas angin. 3. Blade Kipas Angin Blade kipas angin adalah bagian yang terhubung dengan as kipas angin dan berfungsi sebagai bagian yang menyebabkan angin terpompa. Blade ini terdiri dari beberapa bagian, seperti leading edge, trailing edge, dan pitch. Leading edge adalah bagian depan dari blade yang mengalami gaya aerodinamis saat terpompa. Trailing edge adalah bagian belakang dari blade yang mengalami gaya aerodinamis saat terpompa. Pitch adalah sudut blade terhadap arah angin yang dihasilkan. 4. Kaki Kipas Angin Kaki kipas angin adalah komponen yang terhubung dengan tubuh kipas angin dan berfungsi sebagai penyangga kipas angin. Kaki ini terdiri dari beberapa bagian, seperti base, pole, dan adjustment mechanism. Base adalah bagian yang menyediakan dasar untuk kipas angin dan memungkinkan kipas angin berdiri dengan stabil. 5. Pole Pole adalah komponen yang terhubung dengan base dan blade kipas angin. Pole ini terdiri dari beberapa bagian, seperti upper pole dan lower pole. Upper pole adalah bagian atas dari pole yang terhubung dengan blade kipas angin. Lower pole adalah bagian bawah dari pole yang terhubung dengan base. Adjustment mechanism adalah bagian yang digunakan untuk mengatur ketinggian kipas angin. 6. Tombol Kontrol Kipas Angin Tombol kontrol kipas angin adalah satu komponen yang digunakan untuk mengontrol kecepatan putaran blade kipas angin. Tombol ini terdiri dari beberapa bagian, seperti speed control dial, oscillation control button, dan power button. Speed control dial adalah bagian yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran blade kipas angin. Oscillation control button adalah bagian yang digunakan untuk mengatur arah putaran blade kipas angin. Power button adalah bagian yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan kipas angin. 7. Grill Kipas Angin Grill kipas angin adalah komponen di sekitar blade kipas angin dan berfungsi sebagai penyangga blade kipas angin serta pelindung dari debu dan kotoran. Grill ini terdiri dari beberapa bagian, seperti upper grill dan lower grill. Upper grill adalah bagian atas dari grill yang terhubung dengan blade kipas angin. Lower grill adalah bagian bawah dari grill yang terhubung dengan base. 8. Housing Kipas Angin Housing kipas angin ini merupakan komponen yang menyediakan tempat untuk menempatkan seluruh komponen kipas angin. Housing ini terdiri dari beberapa bagian, seperti upper housing dan lower housing. Upper housing adalah bagian atas dari housing yang terhubung dengan blade kipas angin. Lower housing adalah bagian bawah dari housing yang terhubung dengan base. Kipas angin merupakan alat yang sangat berguna untuk menyejukkan udara di sekitar kita. Dengan adanya komponen-komponen utama kipas angin yang telah disebutkan di atas, kipas angin dapat berfungsi dengan baik dan memberikan udara sejuk yang kita butuhkan. Selain itu, dengan mengetahui komponen-komponen kipas angin dan fungsinya, kita juga dapat memahami bagaimana kipas angin bekerja dan cara merawatnya dengan baik agar tetap dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Cara Merawat Komponen Kipas angin Untuk merawat komponen kipas angin agar tetap dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan Bersihkan blade Kipas Angin Secara Teratur Blade kipas angin dapat menjadi sumber penyebaran debu dan kotoran di sekitar kita. Untuk itu, sebaiknya bersihkan blade kipas angin secara teratur menggunakan lap basah atau kain lembab. Jangan lupa untuk membersihkan juga bagian grill yang terdapat di sekitar blade kipas angin. Bersihkan Bagian Dalam Kipas Angin Bagian dalam kipas angin seperti motor dan as juga perlu dibersihkan secara teratur agar tetap dapat berfungsi dengan baik. Gunakan lap basah atau kain lembab untuk membersihkan bagian dalam kipas angin. Jangan lupa untuk mematikan kipas angin sebelum membersihkannya. Gunakan Pelumas Alami Untuk menjaga agar as kipas angin tetap berputar dengan lancar, gunakan pelumas alami seperti minyak zaitun atau minyak kelapa. Oleskan pelumas alami tersebut ke bagian bearing as kipas angin secara teratur. Matikan Kipas Angin Saat Tidak Digunakan Untuk menjaga agar motor kipas angin tetap awet, sebaiknya matikan kipas angin saat tidak digunakan. Motor yang terus bekerja dapat menyebabkan panas yang tidak sehat bagi motor dan menurunkan daya tahan motor. Gunakan Power Strip Untuk menjaga agar tombol kontrol kipas angin tidak cepat rusak, sebaiknya gunakan power strip untuk menghubungkan kipas angin ke sumber listrik. Dengan menggunakan power strip, kita dapat dengan mudah mematikan semua peralatan yang terhubung dengan power strip hanya dengan satu Kipas angin Saat Tidak Digunakan Untuk menjaga agar blade kipas angin tidak rusak atau mengalami kerusakan akibat terkena debu atau kotoran, sebaiknya tutup kipas angin saat tidak digunakan. Kita dapat menggunakan cover kipas angin untuk melindungi blade kipas angin dari debu dan kotoran. Baca Juga Cara Memperbaiki Remot TV yang Tidak Merespon dengan Mudah Dengan melakukan beberapa tips di atas, kita dapat memastikan bahwa komponen kipas angin tetap dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, sebaiknya juga memperhatikan instruksi pemakaian dan perawatan yang tercantum pada manual kipas angin yang kita miliki. Biasanya manual tersebut akan memberikan petunjuk yang lebih detail tentang cara merawat kipas angin agar tetap dapat digunakan dengan baik. Akhir Kata Demikianlah pembahasan komponen kipas angin dan fungsinya. Dengan mengetahui semuanya maka Anda akan lebih mudah menemukan titik masalah jika kipas angina mengalami kerusakan. Jangan tunggu sampai kipas anginmu rusak baru mau belajar cara bongkar komponen. Semakin faham tentang cara kerja dan komponen kipas angin, semakin mudah nantinya kalian perbaiki saat ada kerusakan. Mengetahui bagian kipas angin juga akan membantu kalian untuk memutuskan langkah yang harus diambil sekiranya terjadi kerusakan. Artikel ini akan fokus membahas komponen kipa beserta fungsinya masing masing. Beberapa bagian mungkin ditulis dalam istilah Inggris dan Indonesia. Berikut ini beberapa komponen penysusun sistem kipas angin untuk semua jenis kipas, baik komponen elektrik, mekanik, hingga komponen tambahan 1. Selector Switch Sakelar kipas angin Terdapat dua jenis switch atau sakelar yang umumnya dipasang di kipas angin, yaitu rotary switch yang bekerja dengan cara diputar; dan push button switch yang berfungsi saat ditekan. Fungsi komponen ini adalah untuk menyalakan dan mematikan kipas angin, serta mengatur kecepatan kipas dan hembusan angin yang dihasilkan. Dengan lain, fungsinya adalah kontrol. Dan saat sakelar ditekan, seluruh rangkaian menjadi dialiri listrik sehingga membuat kipas angin bisa berputar. 2. Electric Motor Komponen motor kipas angin Electric motor alias motor listrik adalah komponen yang membuat baling kipas berputar dan menghasilkan hembusan udara. Semua jenis kipas, seperti desk fan, window fan, bahkan kipas komputer, membutuhkan tenaga untuk untuk terus berputar. Selain itu, letak motor dalam sistem kipas mungkin berbeda beda. Komponen yang biasa juga disebut dinamo ini merupakan bagian utama sekaligus penggerak dan sumber tenaga pada rangkaian sistem kipas angin. Tujuannya adalah untuk menghasilkan energi gerak putaran energi mekanis. Berikut ini beberapa bagian penyusun motor listrik Rotor. adalah bagian berputar pada motor listrik Stator. adalah bagian yang diam dan berfungsi untuk menyediakan energi elektromagnetik kepada rotor Copper winding. Set copper yang mensuplai listrik ke stator dan rotor 3. Baling kipas Baling baling kipas Bilah kipas adalah bagian berbentuk seperti dayung yang berputar dan menggerakkan udara dari satu titik ke titik lainnya melalui kipas. Beberapa kipas angin modern memiliki switch yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol arah aliran udara. Baling pada kipas angin umumnya berjumlah 3 atau 4. Bahan asalnya pun beragam tergantung jenis kipasnya. Ada yang terbuat dari lembaran Aluminium ringan, ada juga yang dari cetakan bahan plastik. Baling kipas harus benar-benar seimbang agar aliran udara lancar. Kecepatan putaran baling baling diatur dari 100 menjadi 400 rpm Revolusi per menit, dengan maksimal 1000 rpm. 4. Center Hub Hub terletak pas di bagian tengah bilah kipas. Fungsi center hub adalah sebagai penghubung antara batang motor shaft dengan bilah kipas. Meski jarang disadari, bagian ini memiliki peran krusial. 5. Pengaman Pengaman kipas angin Pelindung kipas berfungsi melindungi kipas dan pengguna dari hal yang tidak diinginkan. Seperti pengguna yang menyentuh langsung bilah kipas saat berputar, dan melukai si pengguna atau merusak komponen kipas. Komponen pengaman atau pelindung bertujuan untuk memberi perlindungan pada bagian depan dan belakang kipas. Bagian ini terbuat dari wire mesh yang menutupi bilah, sehingga mencegah benda luar bersentuhan langsung dengan baling baling kipas. Pelindung bagian depan umumnya dapat dilepas dan pelindung belakang terpasang secara permanen pada badan kipas. Diameter kawat pelindung umumnya tidak kurang dari 1,6 mm dan tidak lebih dari 10 mm. 6. Dudukan Kipas Fan Mount Dudukan bertugas menjaga kipas tetap di tempatnya. Kebanyakan kipas dipasang dengan sekrup dan braket. 7. Kabel listrik Sistem kabel mensuplai listrik ke seluruh komponen kipas. Kabel listrik dengan steker merupakan komponen luar yang terhubung ke catu daya listrik rumah 8. Bantalan atau bearing Beberapa motor kipas menggunakan bantalan lengan perunggu fosfor yang terpasang di rumah bantalan. Sudah menjadi pengetahuan umu, saat terdapat shaft poros batang, maka harus ada bearing yang menopang. 9. Basis Basis berperan sebagai penopang seluruh komponen kipas, khusus kipas jenis dudukan. Di bagian ini biasanya diteumkan power switch atau saklar untuk mematikan dan menghidupkan kipas, serta untuk pengaturan kecepatan 10. Kapasitor Kapasitor kipas angin Kapasitor digunakan pada kipas angin karena kemampuannya untuk menyimpan energi. Energi yang tersimpan ini nantinya digunakan untuk memutar kipas dari keadaan diam. Kapasitor juga dapat meningkatkan torsi motor kipas listrik dan memungkinkan motor berputar dengan cepat. Kapasitor akan bekerja sampai baling kipas mencapai kecepatan yang telah ditentukan, yaitu sekitar 75% dari kecepatan penuh. Saat telah mencapai kecepatan penuhnya, kapasitor akan berhenti bekerja dan akan kembali dimasukkan saat kipas dalam keadaan istirahat. 11. Poros Shaft atau poros adalah batang logam yang sebagian besar terbuat dari baja ringan. Fungsinya adalah sebagai komponen transmisi antara motor dengan baling baling kipas. Itulah tadi beberapa komponen pada kipas angin listrik. Semoga dengan adanya penjelasan di atas bisa menambah wawasan kalian seputar cara kerja kipas angin. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

komponen kipas angin dan fungsinya